Langsung ke konten utama

Postingan

The TEMPORARY Heart Story =)

I Think it's about a year not write anything in this blog. i dont know why i feel so blank of inspirations to write such a note in this blog. maybe because i don't have any special moment that have to write down during this time.but now i will try to forced my mind to write..:) mm...the first question is what the title for my write for today? feel confused :-?.. i think it's not so far from.. mm..as usual..about my heart story..hohohoo..

Give me a strenght

Aku sering mengeluh. banyak sekali cobaan dan masalah yang datang beruntun dalam hidup ini. kadang aku merasa lega dan senang, karena aku ingat kalau aku punya Tuhan yang baik dan mengasihiku, yang tidak akan pernah meninggalkanku. tapi tak berapa lama kemudian, tiba-tiba aku bisa lupa akan hal itu, karena ada masalah yang muncul, aku langsung down dan merasa tidak berdaya, tidak berguna, dan tidak punya pengharapan. sering aku memaksakan diri utk mengingat kalau aku punya Tuhan yang baik, yang selalu menolongku, tapi tetap saja sulit. rasanya saat itu masalahku yang lebih besar daripada Tuhan. masalah yang melingkupi hidupku dan pikiranku, sehingga rasanya hidup ini terasa sangat memuakkan, sangat berat dan kadang rasanya ingin mati saja *lebay bgt ga sih*..entah itu karena masalah di kantor, di rumah ataupun masalah hati, dan masalah2 lain sebagainya yang membuatku kadang jadi malas, ga ada semangat, dan bahkan kadang jadi malas untuk berdoa, memuji Tuhan dan bersaat teduh...oh God...

Hidup adalah Proses

The good life is a process, not a state of being. It is a direction not a destination. (Carl Rogers) Hidup.....Kata yang begitu mudah diucapkan, namun jujur saja, sulit untuk dijalani bukan?! Tidak peduli orang kaya atau miskin, pandai atau pas-pasan, cakep atau tidak, keganasan hidup tidak pernah pandang bulu, menyerang semua makhluk yang masuk dalam kategori 'hidup'. Andai pohon bisa bicara, mungkin dia akan mengeluh akan kerasnya terpaan badai yang mematahkan ranting-rantingnya..... Namun, kita tidak punya pilihan, selain terus maju, menjalani hidup ini sampai jatah kita di dunia ini mencapai kesudahannya. Dalam hidup, ada kalanya kita merasa begitu bahagia dan senang, namun tak jarang pula kita merasakan beratnya beban yang menekan. Dalam hidup, kadang kita begitu menikmatinya, menghadapi segala sesuatu dengan pundak tegak dan dada membusung, hingga seperti seorang pujangga, kita kemudian berkata "Aku ingin hidup seribu tahun lagi...." Namun, begitu d...

Proud to be your self

Daripada menghitung kesukaranmu, cobalah menjumlahkan berkat-berkat yang telah Anda terima! (Dr. Geoffrey Still) Saat Anda melihat cermin, apa yang Anda perhatikan? Apakah Anda mengagumi diri Anda atau malah mengeluh karena hidung Anda kurang mancung, mata Anda kurang lebar, badan Anda kurang langsing? Saat Anda berpapasan dengan seorang wanita kaya, apakah yang Anda pikirkan? "Kenapa dia begitu kaya? Wah sepatunya bagus, bajunya juga...." Jika hal itu sempat terlintas dari benak Anda, maka cepatlah Anda menyadarkan diri Anda sendiri. Tarik diri Anda keluar dari dunia yang menyesatkan itu, dunia mengeluh. Saatnya untuk mengubah fokus Anda. Di mana fokus Anda, di situ pula seluruh perhatian Anda tercurah. Jika Anda hanya berfokus pada kekurangan Anda, maka hal itu tidak akan ada habisnya. Anda takkan pernah puas. Muka Anda akan selalu tampak kusut (karena Anda tidak bisa bergembira). Percayalah! Tiap manusia memiliki kekurangan. Nobody's perfect! Daripada m...

Bersyukur stiap saat

Judul diatas emang mudah diucapkan...tp utk dilakukan...huuuuftt....tidak selalu mudah. apalagi pd saat kita sdg mengalami hal-hal yang tidak enak, tidak beruntung, kecewa, sakit hati, malu, bosan, merasa direndahkan, tidak dihargai, dst dsb dll and so on...judul diatas tentu saja akan menjadi SANGAT SULIT 100% untuk dilakukan. Saya sering bertanya - tanya, apa ada sih org yg selalu bisa bersyukur spt itu, walau keadaannya sedang sulit. kalaupun ada, apa benar rasa syukurnya itu tulus? atau hanya dibuat-buat saja, agar orang lain melihat dia adalah org yang selalu bahagia, org yg selalu ceria, pdhl jauh didalam lubuk hatinya dy merasa tertekan, muak, marah, bosan, putus asa, dan sedih. Tp dy hanya memendam perasaannya, menutupi dan menyimpan sendiri penderitaannya entah sampai kapan, hanya sekedar agar orang - orang disekitarnya melihat bahwa ia adalah orang yang selalu bahagia, tidak punya masalah dan selalu semangat. padahal itu cuma acting belaka. Lalu pada suatu kesempatan, say...

2 hari yang tidak perlu dikhawatirkan

Mau hidup tenang? Jangan mengkhawatirkan dua hari ini. Manusia tertekan dan stres karena mereka suka berpikir. Semuanya dipikirkan untuk mendapatkan yang terbaik, dengan harapan jika yang terbaik sudah di tangan, maka kehidupan mereka akan bahagia. Namun seseorang seringkali lupa, hal terbaik yang mereka miliki adalah apa yang mereka ada saat ini. Bukan apa yang pernah mereka miliki kemarin, atau apa yang akan dimiliki esok hari. Oleh karena itu, Anda memiliki dua hari untuk diabaikan dalam satu minggu, seperti apa yang ditulis Jennifer Kritsch ini. Dalam satu minggu, ada dua hari yang tidak seharusnya kita khawatirkan. Dua hari yang harus bebas dari ketakutan dan rasa khawatir akan apa yang bakal terjadi. Hari yang pertama adalah hari kemarin, lengkap dengan kesalahan dan kesusahan, kesialan dan hal buruk yang terjadi saat itu. Hari kemarin telah berlalu selamanya tanpa bisa kita cegah. Semua uang di dunia ini tidak bisa membawa kembali hari kemarin, dan tidak bisa membatalka...

Say " I'm Happy"

"It takes 64 muscles of the face to make a frown, and only 13 to make a smile. Why work overtime?" - unkown - Lagi-lagi kesibukan, padatnya jadwal, pertengkaran, perbedaan pendapat, deadline pekerjaan, membuat Anda stres dan lupa bagaimana cara tertawa. lihat saja, orang-orang di Jepang bahkan rajin mengikuti kursus agar dapat tertawa untuk menghilangkan stres. Kebanyakan mereka sulit untuk tertawa karena terlalu serius bekerja dan kesibukan membuat tertekan. Ketika membaca beritanya di suatu media, mungkin kita boleh menertawakan kebodohan mereka. Mengapa untuk tertawa saja harus mengikuti kursus segala? Namun lihat diri Anda sendiri. Saat ini Anda mulai sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Belum lagi jika ada sesuatu hal yang menghalangi kegiatan Anda dan menghambat prosesnya. Anda tentu geram dan stres dibuatnya. Perlahan kemudian wajah Anda selalu serius dan senyum ramah itu jarang dapat dinikmati. Lalu masihkah Anda bisa menertawakan apa yang dilakukan orang-orang...